Dari Madrasah Menuju Masa Depan, Tangis Haru Iringi Pelepasan 251 Lulusan MTs Negeri 1 Luwu


Kamis, 21 Mei 2026 menjadi hari yang penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Luwu. Aula madrasah dipenuhi senyum, doa, dan air mata bahagia dalam kegiatan Ramah Tamah Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Esse Gallareng dan dikoordinir oleh Komite Madrasah bersama seluruh keluarga besar madrasah.

Sebanyak 251 peserta didik resmi dilepas sebagai lulusan tahun 2026 dalam sebuah acara yang bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan juga penanda perjalanan panjang penuh perjuangan, doa orang tua, dan dedikasi para guru.

Kegiatan ini dihadiri oleh H. A. Baso Aqil Nasaruddin, S.Pd.I., MM selaku Ketua Panitia yang sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu yang sedang menunaikan ibadah haji. Turut hadir pula para orang tua peserta didik, kepala madrasah, pengawas madrasah, unsur Danramil, tokoh masyarakat, serta berbagai tamu undangan lainnya yang ikut menjadi saksi momen bersejarah tersebut.

Kegiatan diawali dengan lantunan shalawat yang menyejukkan hati, menciptakan suasana penuh kekhidmatan dan rasa syukur. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Afifah yang menghadirkan suasana syahdu dan penuh keberkahan. Setiap ayat yang dilantunkan seolah menjadi doa yang mengiringi langkah para lulusan menuju masa depan mereka, menguatkan harapan agar ilmu yang diperoleh selama di madrasah menjadi cahaya dalam menapaki perjalanan hidup.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Ustadz Amrin, S.Ag . Dengan penuh khusyuk, doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pendidikan peserta didik kelas IX, sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan kemudahan bagi seluruh lulusan dalam meraih cita-cita serta menata masa depan yang lebih baik. Suasana haru dan penuh harapan begitu terasa, menyelimuti seluruh hadirin yang hadir di Gedung Esse Gallareng.

Dalam sambutannya, H. A. Baso Aqil Nasaruddin, S.Pd.I., MM menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa agar terus menjaga akhlak dan semangat belajar di mana pun berada.

Hari ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak. Ke mana pun kalian melangkah, bawalah nama baik madrasah ini dengan kebanggaan. Orang tua dan guru telah menanamkan doa terbaik untuk masa depan kalian.

Sementara itu, Kepala Madrasah Hardawati, S.Pd.I., M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian seluruh peserta didik kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di madrasah.

“Tiga tahun mungkin terasa singkat, namun begitu banyak kenangan yang telah tumbuh di madrasah ini. Kalian pernah datang dengan langkah kecil dan rasa takut, lalu hari ini berdiri sebagai pribadi yang lebih dewasa. Jangan pernah lupa bahwa di tempat ini, doa para guru selalu menyertai langkah kalian. Jadilah anak-anak yang sukses, namun tetap rendah hati dan menghormati orang tua serta guru.”


Momentum bahagia semakin terasa saat penyerahan piagam penghargaan bagi peserta didik berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Tepuk tangan bergema ketika nama-nama siswa terbaik diumumkan dalam kategori 15 besar nilai terbaik Tahun Pelajaran 2025/2026. Wajah-wajah bangga para siswa dan orang tua tampak bersinar menerima apresiasi atas usaha dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komite Madrasah yang mewakili suara para orang tua peserta didik.

“Anak-anak kami hari ini telah tumbuh menjadi harapan keluarga dan bangsa. Terima kasih kepada seluruh guru yang tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga mendidik dengan hati. Kami menitipkan rasa hormat dan doa terbaik untuk seluruh keluarga besar madrasah. Semoga segala pengabdian bapak dan ibu guru menjadi amal jariyah yang tak terputus.”


Suasana haru semakin terasa ketika sesi pesan dan kesan dari peserta didik dimulai. Perwakilan siswa kelas VII dan VIII, Nurloveny Khalika Ayumi dari kelas 8D, menyampaikan rasa kehilangan sekaligus doa terbaik bagi kakak-kakak kelas IX yang akan melanjutkan perjalanan mereka ke jenjang berikutnya.

Dengan suara yang penuh haru, ia menyampaikan bahwa kakak-kakak kelas IX telah menjadi teladan dan bagian dari cerita indah di madrasah yang akan selalu dikenang oleh adik-adiknya.

Sementara itu, Imam Ahmad sebagai perwakilan siswa kelas IX menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua yang telah membersamai perjalanan mereka selama di madrasah.

“Kami mungkin pernah membuat bapak dan ibu guru kecewa, pernah melanggar aturan, dan sering merepotkan. Namun di balik semua itu, kami selalu merasakan kasih sayang dan ketulusan yang luar biasa dari para guru. Terima kasih karena telah menjadi orang tua kedua bagi kami.”

Suaranya yang bergetar menahan haru membuat banyak hadirin turut menitikkan air mata. Beberapa orang tua tampak mengusap mata mereka ketika mengenang perjalanan anak-anak yang kini telah tumbuh lebih dewasa.

Tidak hanya penuh haru, kegiatan ini juga dihiasi berbagai persembahan seni dari ekstrakurikuler tari dan musik yang menampilkan kreativitas serta bakat para siswa. Alunan musik dan gerakan tari menjadi warna indah yang melengkapi momen perpisahan tersebut. Tepuk tangan meriah dari para hadirin terus mengiringi setiap penampilan yang dipersembahkan dengan penuh semangat dan cinta untuk madrasah tercinta.

Di akhir acara, prosesi pengalungan tanda alumni kepada 251 lulusan tahun 2026 menjadi puncak acara yang paling menggetarkan hati. Satu per satu siswa melangkah dengan wajah penuh bangga, menerima simbol kelulusan yang menandai berakhirnya masa di bangku madrasah dan dimulainya lembar kehidupan yang baru.

Acara kemudian ditutup dengan salam-salaman antara para siswa dengan bapak dan ibu guru. Satu per satu tangan disalami dengan penuh hormat dan rasa terima kasih. Beberapa siswa tampak tak kuasa menahan air mata saat memeluk guru-guru yang selama ini membimbing mereka dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Ada yang tersenyum sambil menangis, ada pula yang berulang kali mengucapkan terima kasih kepada guru-gurunya.

Momen itu menjadi perpisahan terakhir yang sederhana, namun begitu mendalam sebuah tanda bahwa ikatan antara guru dan murid tidak akan pernah benar-benar berakhir. Di lorong-lorong madrasah yang selama tiga tahun menjadi saksi tawa, perjuangan, dan mimpi-mimpi mereka, tersimpan jejak kenangan yang akan selalu hidup dalam hati.

Hari itu, MTs Negeri 1 Luwu tidak hanya melepas para siswa menuju masa depan, tetapi juga menitipkan doa-doa terbaik agar setiap langkah mereka kelak menjadi cahaya bagi keluarga, agama, dan bangsa. (wip)
























Komentar

📰 Berita Terbaru

Postingan populer dari blog ini

🌙 Semangat Berbagi Ramadhan, MTsN 1 Luwu Salurkan Paket Sembako untuk Siswa yang Membutuhkan

MTsN 1 Luwu Umumkan Hasil PMB Jalur Prestasi dan Afirmasi: Sistem Live Score Pastikan Seleksi Objektif

Siswa MTs Negeri 1 Luwu Tembus OMI Tingkat Provinsi 2025