Menyemai Rasa, Merajut Angka: Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) MTsN 1 Luwu Menembus Batas Digital
Belopa, 14 Juni 2026 – Dunia pendidikan hari ini kembali menyaksikan sebuah lompatan visioner yang memadukan kehangatan jiwa dan kecanggihan teknologi. Bertempat di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Luwu sukses menyelenggarakan hajatan ilmiah yang prestisius: "Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)". Berlangsung selama dua hari penuh (Sabtu-Minggu, 13-14 Juni 2026), agenda ini mengusung visi agung yang memikat hati, "Mengajar dengan Cinta, Berkarya dengan Koding."
Lokakarya ini menghadirkan dua maestro teknologi dari Program Studi Informatika FTK Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), yakni Bapak Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. (Pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam) dan Bapak M. Agus Kholilur Rahman, S.Kom., M.Kom. (Pengajar Komputer Forensik). Kehadiran keduanya laksana lentera yang menyinari peta jalan baru bagi para pendidik madrasah menuju era kecerdasan artifisial tanpa kehilangan ruh humanisnya.
Kepulangan Sang Penerang: Ketika Murid Kembali untuk Berbakti
Di balik gemerlap materi teknologi yang disajikan, sebuah momen penuh haru dan sarat makna menyeruak di tengah ruang lokakarya. Bapak M. Agus Kholilur Rahman, S.Kom., M.Kom., salah satu narasumber hebat dalam kegiatan ini, sejatinya bukanlah orang asing bagi institusi ini. Beliau adalah alumni beralmamater MTs Negeri 1 Luwu Angkatan Tahun 2012.
Roda waktu berputar, dan takdir menuntun langkah sang murid kembali ke pangkuan madrasah yang telah membesarkannya. Namun kali ini, ia berdiri di depan mimbar bukan lagi untuk mendengarkan, melainkan untuk mentransfer khazanah ilmu digital kepada guru-guru hebat yang dahulu pernah mendidik dan mengasuhnya semasa berseragam putih-biru. Suasana takzim sekaligus bangga menyelimuti ruangan; sebuah bukti nyata bahwa benih-benih ilmu yang ditanam oleh para guru bertahun-tahun lalu kini telah berbuah ranum, melahirkan seorang pakar yang pulang untuk ikut memajukan almamater tercinta.
Hari Pertama: Menanam Jangkar Etika di Samudra Digital
Langkah awal perjalanan spiritual dan intelektual ini dimulai pada hari Sabtu dengan membedah urgensi "Etika Digital" dan "Berpikir Komputasional (Computational Thinking)". Di bawah bimbingan para narasumber, para guru diajak untuk menyadari bahwa ruang siber bukan sekadar tempat bertukar bit data, melainkan mimbar peradaban di mana akhlak mulia harus tetap tegak berdiri.
Pendidik dibekali kemampuan untuk merumuskan masalah secara logis, runut, dan sistematis layaknya cara kerja komputer, namun tetap dibalut dengan rasa empati yang mendalam. Berpikir komputasional diaplikasikan bukan untuk mengubah manusia menjadi robot, melainkan untuk melatih ketajaman nalar guru dalam mengurai kompleksitas problematika belajar siswa dengan solusi yang presisi dan penuh kasih sayang.
Hari Kedua: Meretas Masa Depan dengan Logika dan Kecerdasan Buatan
Memasuki hari kedua, atmosfer PLHUT Kemenag Luwu kian membara oleh semangat inovasi. Lembaran materi dibuka dengan kupasan teknis yang menantang namun elegan: Koding dengan Visual Studio Code dan Python. Jemari para guru yang biasa menuliskan kalimat-kalimat hikmah di papan tulis, kini dengan fasih merangkai baris-baris kode fungsional. Python yang ringkas dipelajari sebagai instrumen baru untuk melatih ketangkasan logika berfikir yang dapat ditularkan kepada peserta didik.
Tak berhenti di situ, cakrawala berpikir peserta kian diperluas melalui materi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran. Di era di mana AI berkembang bak arus sungai yang deras, MTsN 1 Luwu memilih untuk tidak membendungnya, melainkan menunggangi ombak tersebut. Guru-guru diajarkan memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai asisten setia dalam mendesain media instruksional yang interaktif, adaptif, dan mampu merespons kebutuhan unik setiap siswa secara personal.
Sebagai puncak sekaligus muara dari seluruh rangkaian kegiatan, para peserta dibimbing langsung dalam Pembuatan RPM (Rencana Pembelajaran Madrasah) yang Terintegrasi dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artificial) serta KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Dokumen administratif yang selama ini dianggap kaku, kini bertransformasi menjadi sebuah manuskrip pembelajaran yang futuristik namun penuh kehangatan. Di dalam RPM yang baru ini, baris-baris algoritma koding dan kecanggihan kecerdasan artifisial bersanding harmonis dengan indikator-indikator kasih sayang, perhatian, dan pendekatan emosional yang tulus kepada peserta didik.
Suara dari Ruang Lokakarya: Refleksi Pengawas dan Untaian Doa Peserta
Keberhasilan agenda ini turut mendapat apresiasi tinggi dari pihak pengawas madrasah yang hadir mengawal jalannya kegiatan. Dra. Hj. Sitti Ara, selaku Pengawas Madrasah, memberikan kesan yang mendalam mengenai arah baru transformasi digital ini.
"Luar biasa. Lokakarya ini membuka cakrawala baru bahwa perkembangan teknologi tidak untuk ditakuti, melainkan untuk didekap sebagai kawan berjuang. Kita menyaksikan sendiri bagaimana kehadiran Artificial Intelligence (AI) ternyata sudah sangat memudahkan para guru dalam merancang, memetakan, hingga menyusun instrumen pembelajaran yang efektif. Harapannya, kemudahan teknologi AI ini dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan efisiensi kerja guru, sehingga waktu guru bersama siswa bisa lebih difokuskan pada penguatan karakter dan pendekatan emosional berbasis cinta." tuturnya
Getaran rasa syukur dan antusiasme yang kuat juga mengalir dari lubuk hati para guru yang menjadi peserta sepanjang dua hari pelatihan.
"Kami selaku peserta mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para narasumber atas ketulusan sabar dan ilmu luar biasa yang telah dibagikan. Mempelajari koding dan AI dari dasar hingga menyusun RPM berbasis KKA dan KBC memberi kami suntikan energi baru. Terlebih lagi, ada kebanggaan batin tersendiri saat dibimbing langsung oleh alumni madrasah kami sendiri, Nak Agus. Semoga setiap untaian ilmu, setiap baris kode, dan setiap gagasan yang ditularkan di ruang ini dicatat oleh Allah SWT sebagai amal jariyah yang pahalanya mengalir tiada putus bagi para pemateri. Amin ya Rabbal Alamin."
Koding adalah bahasa logika, namun cinta adalah bahasa universal yang menghidupkannya. Melalui Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta ini, MTsN 1 Luwu telah menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan Islam yang siap berlari kencang mengejar fajar digitalisasi, tanpa sedikit pun meninggalkan akar spiritualitasnya. Pendidik MTsN 1 Luwu kini melangkah pulang membawa senjata baru: sebuah keyakinan bahwa teknologi tercanggih sekalipun akan tunduk pada keagungan mengajar yang bersumber dari ketulusan hati. (wip)
Komentar
Posting Komentar