Respons Cepat Pihak Madrasah, MTsN 1 Luwu Sampaikan Permohonan Maaf pada Orang Tua Murid terkait Insiden Pendisiplinan dan Siap Lakukan Evaluasi Total
LUWU (Humas MTsN 1 Luwu) --- Pihak MTs Negeri 1 Luwu secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden pendisiplinan berlebihan yang melibatkan oknum guru saat pengawalan kegiatan lomba gerak jalan. Langkah cepat langsung diambil pihak madrasah dengan menggelar silaturahmi dan mediasi bersama orang tua/wali siswa terdampak pada Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Bapak Drs. H. Sukardi Yusuf, M.Ag., serta difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Luwu dan pengurus Komite Madrasah.
Berdasarkan hasil klarifikasi, kejadian bermula ketika sekelompok murid MTs yang sedang menonton acara gerak jalan saling bercanda dan memanggil nama-nama guru yang sedang bertugas mengawal kegiatan tersebut. Namun, situasi menjadi tidak kondusif ketika oknum guru yang bersangkutan, HD, merasa tidak terima atas candaan tersebut sehingga terprovokasi dan melakukan tindakan pendisiplinan yang berlebihan.
Pertemuan mediasi yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan ini menjadi wadah tabayun untuk meluruskan kronologi kejadian. Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah bersama oknum guru bersangkutan (HD), secara ksatria menyampaikan penyesalan yang mendalam serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada seluruh pihak terkait, khususnya para murid dan orang tua atas kekhilafan yang terjadi.
Kepala MTsN 1 Luwu menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi total dan mendalam bagi seluruh tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Pihak madrasah berkomitmen kuat untuk memperketat pengawasan serta memastikan pola pembinaan dan pendisiplinan murid-murid ke depan senantiasa mengedepankan pendekatan yang persuasif, edukatif, dan ramah anak.
Pihak madrasah sangat mengapresiasi kebesaran hati dan sikap kooperatif para orang tua murid yang mengutamakan musyawarah kekeluargaan demi menjaga iklim pendidikan serta psikologis anak-anak. Madrasah memberikan jaminan penuh bahwa seluruh murid terdampak tetap mendapatkan hak pendidikan, pendampingan psikologis, serta rasa aman dan nyaman selama menuntut ilmu di MTsN 1 Luwu.
Sementara itu, perwakilan Mediator DP3A Kabupaten Luwu menyambut baik iktikad damai dan semangat kekeluargaan yang ditunjukkan oleh kedua belah pihak. Sebagai tindak lanjut dari poin-poin kesepakatan damai yang telah dibahas bersama, penandatanganan berkas resmi Nota Kesepakatan Bersama dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) mendatang guna melengkapi prosedur administrasi resmi.
Melalui rilis ini, Humas MTsN 1 Luwu mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung terciptanya suasana yang kondusif demi kebaikan dan masa depan putra-putri peserta didik. (Humas)
🤔
BalasHapusLain kali jangan begitu lagi bapak/ibu
BalasHapusBukan cuma salah bapak ibunya, salah siswanya juga karna bercanda berlebihan ke guru
Hapusmasalah nya ada pihak yang tidak terlibat yang ikut di pukul apakah boleh seorang guru main hakim sendiri padahal anak anak hanya diam dan tidak ikut terlibat
HapusBetul bagaimana mau mencerdaskan murid dirumahnya tidak di didik sopan, miris pendidikan sekarang
Hapussaya selaku alumni siswa mts1luwu merasa tidak suka ketika guru saya yang di bercandi, masalah nya apakah pantas murid kita sendiri mengakatai kita,? tidak apa lagi guru yangenjadi penopang ilmu
BalasHapuslalu apa kah pantas seorang guru mendisiplinkan dengan cara yang sangat berlebihan dan tidak mendidik bahkan mengeluarkan kata kasar?
HapusSaya juga pernah di pukul disekolah tidak pernah melapor karena itu adalah cara guru kita mendisiplinkan kita, jika anak berprestasi orang tua yg diagungkan kalau anaknya nakal salah gurunya
HapusHaji Darwis mappakasiri siri
BalasHapusKau lebih mappakasiri siri, urus saja anak mu
Hapusbanyak memang ini oknum gurunya mts suka jatuhkan mental anak!
BalasHapus